Langsung ke konten utama

CRITICAL REVIEW
PERENCANAAN PESISIR
Judul Jurnal    : Jurnal Ekonomi Pembangunan (Pembangunan Masyarakat Peisisr Selatan   Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) : Masalah dan Tantangannya).
Penulis              : Imamudin Yuliadi Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Alamat              : Jl. Lingkar Barat, Tamantirto, Kasihan, Bantul, 55183 Yokyakarta Indonesia
Publikasi          : Jurnal Ekonomi Pembangunan, Volume 14 Nomor 2, Desember 2013.
Nama/Nim        : Elen Agarista (08171016)

A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Namun dengan panjang garis pantai tersebut, pengelolaan wilayah pesisir belum optimal dan merata. Dari potensi sumber data yang ada baru sekira 55 persen dimanfaatkan. Kegiatan pembangunan segala bidang di wilayah pesisir masih memarjinalkan masyarakat lokal yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan tradisional. Pembangunan di kawasan pesisir pantai Indonesia memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan dengan kawasan lainnya dikarenakan kawasan pesisir pantai memiliki karakteristik yaang khas ditinjau dari aspek geografi, geomorfologi, antropologi, ekonomi dan sosial. Perubahan kondisi alam yang relatif lebih eksrim dibandingkan kawasan darat mendorong masyarakat melakukan aktivitas ekonomi dengan tingkat resiko yang lebih besar dengan kemungkinan mengalami kerugian yang juga lebih besar. Perlu adanya kerjasama gabungan antara masyarakat setempat dengan instansi pemerintahan yang terkait untuk menyelesaikan persoalan pembangunan ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan peisisr pantai. Wilayah pesisir selatan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah yang menyimpan potensi alam cukup besar untuk menopang pembangunan daerah dan peningkatan ketahanan pangan bagi masyarakat setempat dan daerah lainnya. Isu ini menjadi semakin menonjol sejak ada rencana pemerintah untuk membangun badara bertaraf internasional di daerah Congot, Kabupaten Kulonprogo, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Diharapkan realisasi dari rencana pembangunan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan pembangunan ekonomi yang dirasakan oleh kelompok masyarakat menengah atas dengan tumpuan modal yang besar tetapi juga bisa dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah secara merata. Strategi dan pengembangan ekonomi terpadu pesisir DIY adalah suatu bentuk alternatif model pengembangan ekonomi dalam menjawab tantangan untuk melaksanakan pembangunan perekonomian dan pengembangan daerah/wilayah secara terpadu dan komprehensif, melalui pendekatan pengembangan potensi wilayah pesisir selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara terpadu. Nelayan di pesisir selatan jumlahnya relatif tidak terlalu banyak namun memberikan kontribusi yang cukup baik dalam peningkatan taraf kesejahteraan nelayan dan juga dalam pemenuhan kebutuhan hasil tangkap laut bagi masyarakat pesisir selatan dan sekitarnya. Nelayan pesisir selatan berdomisili di wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah pantai laut Hidia yaitu di Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul. Sebagian besar kegiatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah pesisir di samping melaut juga dengan melakukan kegiatan pengolahan hasil tangkapan ikan serta kegiatan sampingan lainnya seperti mengolah lahan pertanian.
B.     Isu Yang Terjadi
Fakta menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pesisir terpanjang di dunia, hal ini memberikan dampak bahwa potensi ekonomi masyarakat pesisir adalah faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi, untuk meningkatkan kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi yang adil, baik dalam lingkup nasional maupun regional. Wilayah pesisir selatan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah yang menyimpan potensi alam cukup besar untuk menopang pembangunan daerah dan peningkatan ketahanan pangan bagi masyarakat setempat dan daerah lainnya. Pada kenyataanya masyarakat pesisir selatan melakukan aktivitas ekonomi dengan tingkat resiko yang lebih besar diakibatkan perubahan kondisi alam yang ektrim pada wilayah pesisir selatan. Isu ini menjadi semakin terlihat sejak adanya rencana pemerintah membangun bandara bertaraf internasional, hal ini diharapkan berdampak pada peningkatan pembangunan ekonomi bukan hanya pada masyarakat menengah keatas tetapi juga bisa dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah secara lebih merata.



C.    Argumentasi
Berdasarkan hasil Penelitian didapatkan hasil analisis yang menunjukkan  bahwa daerah yang sudah maju dan berkembang cepat adalah kota Yokyakarta, hal ini tidak mengherankan karena kota Yokyakarta merupakan penggerak perekonomian provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedangkan kabupaten Bantul masuk dalam kategori daerah berkembang cepat, artinya memiliki potensi pengembangan yang cukup besar untuk menjadi daerah yang lebih maju. Kabupaten Sleman masuk dalam kategori daerah potensial yang memerlukan investasi dan strategi pembangunan yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonominya. Sedangkan kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo masuk dalam kategori daerah tertinggal dalam konteks pembangunan ekonomi DIY mengingat potensi ekonominya yang relatif rendah dan minimnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Pada analisis pemberdayaan masyarakat nelayan pesisir pantai selatan rovinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  menunjukkan kecenderungan yang membaik dimana hasil tangkapan dan nilai produksi perikanan terus menunjukkan kenaikan. Kondisi ini karena peran aktif masyarakat nelayan untuk meningkatkan keterampilan dan jaringan kerjasama termasuk dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan ikan. Kemajuan peralatan tangkap ikan seperti kapal dan jaring secara nyata dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan pesisir selatan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peningkatan hasil tangkapan ikan dan pendapatan nelayan juga didorong oleh meningkatnya kerjasama antar nelayan melalui organisasi kelompok nelayan untuk mengembangkan nilai ekonomi hasil tangkapan dan kesejahteraan keluarga nelayan. Selain itu komoditas yang dihasilkan adalah berbagai macam jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Jadi pada dasarkanya potensi pengembangan sektor perikanan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  masih cukup besarbaik kebutuhan baku ikan untuk mendorong industri pengolahan ikan atau untuk memenuhi kebutuhan permintaan ikan segar yang jumlahnya terus meningkat. Sedangkan kelompok pedagangikan juga memberikan kontribusi ekonomi yang cukup besar dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan ikan-ikan segar yang langsung diolah di tempat. Potensi pengembangan sektor perikanan juga mendorong berkembangnya sektor pariwisata laut dan pantai karena adanya sentra penjualan hasil tangkapan ikan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing dan domestikuntuk datang ke pantai disamping menikmati keindahan laut untuk menikmati hasil tangkapan ikan, baik untuk dikonsumsi atau dibawa pulang. Perkembangan pariwisata pantai di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  seiring dengan perkembangan sektor perikanan laut dan sekaligus juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
D.    Rekomendasi
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memperoleh fakta tentang persoalan ekonomi masyarakat di pesisir terutama ekonomi potensi pantai untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat guna mewujudkan keadilan dalam pembangunan ekonomi di pesisir Yokyakarta. Perlu adanya kerjasama antara masyarakat setempat dengan instansi pemerintah yang terkait untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Dalam upaya menekan kesenjangan ekonomi yang terjadi, pemerintah telah membuat kebijakan tentang ekonomi berkeadilan, yang dimana pemerintah membuat tiga kebijakan untuk melawan ktimpangan. Yang pertama, pemerataan pemilikan dan penggunaan lahan. Kedua, pemerataan pemberian kesempatan dan yang ketiga, peningkatan sumber daya manusia.
Kebijakan yang pertama, pemerataan pemilikan dan penggunaan lahan ini diperuntukan untuk memberikan akses lahan pada penduduk miskin untuk meningkatkan pendapatan lewat aktifitas pertanian dan perkebunan, yang dimaksud rakyat tidak lagi menjadi buruh melainkan sebagai pemilik lahan. Dalam pemberian kesempatan pemerintah akan melakukan pengenaan pajak yang berkeadilan dan pemberian kesempatan juga kepada usaha kecil dan menengah. Dengan ini diharapkan terjadinnya kenaikan kelas dari skala usaha kecil ke menengah dan menengah menjadi besar.
Hal tersebut juga harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkompeten. Kebijakan peningkatan kualitas SDM tujuannya agar menekan angka pengangguran. Pemerintah akan menyediakan sarana dan prasarana pelatihan keahlian SDM. Begitu pula yang harus diterapkan pada wilayah pesisir selatan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mencapai tujuan ekonomi yang berkeadilan tersebut perlu adanya itikad atau kesungguhan dari semua pribadi, masyarakat, sampai negara untuk menciptakan masyarakat yang berdedikasi terhadap terciptanya kesejahteraan dan mewujudkan ekonomi yang berkeadilan di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Dari hasil penelitian dapat diperoleh beberapa rekomendasi dari peneliti. Pertama, pengembangangan sektor perikanan di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  membutuhkan perencanaan dan pengembangan yang komprehensif dan integral dari semua stakeholders baik pemerintah, nelayan, masyarakat dan dunia usaha. Kedua, pengembangan sektor perikanan harus di orientasikan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan melaui peningkatan hasil tangkapan dan nilai ekonomi hasil tangkapan ikan. Ketiga, peningkatan hasil tangkapan ikan melalui peningkatan kualitas dan kapasitas peralatan tangkap ikan baik melalui program modernisasi kapal dan peralatan jaring sehingga dapat menjangkau cakupan laut yang lebih jauh. Keempat, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan melalui peningkatan nilai ekonomi hasil tangkapan dengan teknologi penyimpanan dan pengolahan ikan menjadi produk-produk yang diminati pasar. Kelima, pengembangan sektor perikanan yang terpadu dengan pengembangan sektor pariwisata dan pertanian lahan pantai untuk memberi peluang ekonomi lebih banyak kepada nelayan. Keenam, perlu dibuat roadmap pengembangan sektor perikanan dalam jangka menengah dan jangka panjang mendorong pembangunan bandara internasional di Kulonprogo agar dapat memberikan peran lebih besar bagi sektor perikanan dalam roda ekonomi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Referensi
Yuliadi, Imamudin.2013. Jurnal Ekonomi Pembangunan “Pembangunan Masyarakat Peisisr Selatan : Masalah dan Tantangannya”. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PETA SEBAGAI KOMUNIKASI VISUAL PERENCANAAN WILAYAH dan KOTA Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, peta diartikan sebagai suatu gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan lain sebagainya;  representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, seperti batas daerah, sifat permukaan, dan denah. Peta merupakan gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan perbandingan tertentu. Peta dapat dikatakan hampir menyerupai sebuah denah, namun peta menggambarkan tempat yang lebih luas. Peta juga merupakan gambaran dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi yaitu   ilmu yang khusus mempelajari segala sesuatu tentang peta. Mulai dari sejarah, perkembangan, pembuatan, pengetahuan, penyimpanan, hingga pengawetan serta cara-cara penggunaan peta . Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL, 2005) Bakosurtanal adalah akronim dari Badan Koord...

Isu Kependudukan di Kota Balikpapan

Dampak Urbanisasi di Kota Balikpapan   Balikpapan adalah sebuah kota di provinsi Kalimantan Timur, kota yang terkenal akan hasil minyak bumi dan hasil tambangnya. Sebagai satu kota yang memiliki sejarah dengan minyak, Balikpapan mewariskan kebudayaan urban. Dalam perjalanan waktu yang panjang dari sebuah kampung berhutan hingga menjadi kota besar, modernisasi terus diperlihatkan kota Balikpapan seperti hotel, mall, apartemen, gedung perkantoran, perumahan mewah serta bangunan-bangunan yang tinggi dan rendah saling berdesakan seiring bertambah padatnya penduduk kota Balikpapan. Disamping semua kemajuan yang terjadi di kota Balikpapan telah memicu masalah-masalah sosial yang marak diperbincangkan oleh para petinggi-petinggi kota Balikpapan yang sampai saat ini masih menjadi masalah umum kota Balikpapan. Tercatat pada pada tahun 2016, jumlah penduduk Kota Balikpapan bertambah 25.645 menjadi 762.492 jiwa dan pada tahun 2015 hanya 736.807 jiwa atau mengalami kenaikan 3,43 ...